Globalisasi: Ular Dibalik Batu


Moshi moshi, genki desuka? Hehe, baru belajar bahasa Jepang nih.

Oke, kemarin ada pengumuman finalis 20 besar ANT Blog Competition. Dan aku ga nyangka, kalo blogku ini masuk lima besar Alhamdulillah seneng banget aku, thanks God...

Well, menjelang true battle besok aku ada satu postingan terakhir. Posting kali ini akan membahas tentang globalisasi a la Amerika. *jengjengjeng....*

Ya, sebenarnya globalisasi yang diumbar-umbar oleh Amerika hanya merugikan dunia. Tujuan mereka adalah ingin menguasai dunia, menjajah sedikit demi sedikit. Coba kita lihat globalisasi Amerika dari segi ekonomi, adanya KFC, Mc Donals, Texas, dll yang tersebar se antero jagad hanya untuk menguntungkan Amerika sendiri. Capitalism banget bukan? Padahal KFC kan cuma ayam goreng biasa, ga lebih enak sama ayam goreng Suharti, Mbok Berek, dll. Cuma pikiran kita yang sudah terpengaruh dan dihipnotis oleh gaya iklan capitalism Amerika, sehingga kita jadi berasa "keren" kalo makan di KFC. Padahal dari segi gizi lebih bagus ayamnya Suharti atau Mbok Berek, lebih enak pula... Nyam...

Contoh lain, hm... Spaghetti. Pernahkah kalian makan Spaghetti? Kalau dicermati dengan seksama ga jauh beda ama mie ayam biasa, tapi kesannya lebih keren makan spaghetti bukan? Ya karena otak kita udah tersihir iklan kapitalis tadi. Yang lainnya, Crepes sama aja kayak Leker, Pancake sama kayak Serabi, dan masih banyak lagi. Dan ada lagi, Coca Cola Company. Mereka menjual produk minumannya di seluruh penjuru dunia, sehingga sekarang minuman dari Coca Cola Company menjadi merakyat. Lihat saja, disetiap warung pasti ada produk minuman dari Coca Cola Company. Dan keuntungan dari penjualan itu pun untuk Amerika sendiri. Itulah barangkali yang dimaksud globalisasi oleh Amerika, yakni produk Amerika bisa ada di mana saja, hm....

Lalu, dari segi Politik. Amerika mengkampanyekan sistem politik demokrasi di mana-mana (termasuk di Indonesia dengan segala upaya paksanya), padahal sebagian besar daerah di Indonesia politik demokrasi banyak menimbulkan perpecahan di masyarakat. Karena terjadinya berbagai kubu, kubu mendukung dan kubu menolak kepala daerah yang terpilih melalui pemilihan umum a la demokrasi tadi. Yogyakarta yang dengan sistem politik monarkinya dipermasalahkan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap tidak demokratis (jangan-jangan atas tekanan Amerika juga ya? he..entahlah,..ga tau aku). Padahal yang dimaksud demokrasi itu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Bukankah raja Jogja juga bertahta untuk rakyat, kenapa dianggap tidak demokratis sih? Aneh...

And, yang terakhir adalah pemanasan global. Kalau dipikir-pikir yang membuat pemanasan global itu sendiri adalah Amerika dengan pabrik-pabrik mereka yang penuh polusi. Tapi Amerika justru menyalahkan negara lain (yang memiliki hutan) karena menebang pohon-pohon dan menyebabkan menipisnya ozon. Seenaknya sendiri, kenapa ga Amerika sendiri sih yang menanam pohon dan membuat hutan?

Kampanye globalisasi Amerika ternyata hanya merugikan kita bukan? So, kenapa kita nggak move on dan mencoba memutar balik keadaan? Aku yakin, kita pasti bisa... MERDEKA!!


0 komentar:

Posting Komentar